Sabtu, 24 Juli 2010

Distributor Nakal Minta Ditindak

Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengingatkan (warning) distributor dan agen sembilan bahan pokok (sembako) yang kerap menimbun dan mempermainkan harga.

Syahrul meminta bupati dan wali kota memberikan sanksi tegas kepada pelaku.Gubernur juga meminta bupati dan wali kota turun tangan mengendalikan harga, terutama memasuki Ramadan. Karena itu, Disperindag diharapkan bisa menekan harga sehingga tidak memberatkan masyarakat. ”Jangan sampai sembako masyarakat bersoal menghadapi Ramadan.

Kebutuhan, seperti pasokan gas dan minyak tanah,harus mencukupi. Jangan sampai ada kelangkaan yang memicu lonjakan harga,” ungkapnya, seusai memimpin rapat persiapan pengamanan sembako jelang Ramadan di Baruga Sangiangseri,kemarin. Untuk melakukan pemantauan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel membentuk tim task force untuk menjalankan pengawasan rutin setiap hari terhadap pergerakan harga sembako.

Pemprov juga membentuk Forum Koordinasi Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta insiden ledakan tabung gas bisa ditekan seminimal mungkin. Menurut dia, Sulsel harus mengarah pada zero accident ledakan gas dengan meningkatkan pengawasan pada agen dan distributor elpiji. ”Pertamina harus melakukan pengawasan maksimal.

Kodam dan Polda diharapkan turun tangan melakukan pengawasan karena ini berkaitan dengan keamanan masyarakat,” ujarnya. Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan harga,Pemprov Sulsel menyiapkan dana pengendalian yang bersumber dari dana taktis pemerintah. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian sembako jika memang persediaan tidak mencukupi untuk selanjutnya didistribusikan.

Stok Sembako Sulsel Aman

Dalam rapat tersebut terungkap, pasokan sembako untuk wilayah Sulsel mencukupi untuk dua bulan ke depan.Kebutuhan sembako memasuki Ramadan dan Lebaran dipastikan mencukupi. Berdasarkan data yang dirilis masing-masing distributor,untuk beras masih tersedia 159.000 ton. Pasokan tersebut bisa bertahan untuk 18 bulan ke depan.

Untuk gula pasir, tersedia stok pada tingkat distributor sebanyak 26.800 ton. Stok tersebut bertahan hingga 2,6 bulan ke depan.Ketersediaan gula tersebut belum termasuk gula rafinasi yang diproduksi PT Makassar Te’ne. Berdasarkan data yang dilansir kemarin,stok gula yang tersedia di gudang mencapai 20.000 ton. Rencananya, akan kembali masuk 75.000 ton pada akhir Juli mendatang.

Stok tersebut untuk memenuhi kebutuhan Sulsel dan KTI. Sementara untuk terigu yang didistribusikan PT Eastern Pearl Floor Mills,memiliki ketersediaan 2.125 ton. Stok itu diperkirakan memiliki ketahanan hingga tiga bulan ke depan. Dalam satu hari, perusahaan tersebut mampu berproduksi hingga 2.000 ton.

”Kami jamin, pasokan terigu untuk Sulsel aman.Apalagi, tidak ada jadwal overhaul mesin hingga seusai Lebaran nanti,”kata perwakilan PT Eastern Pearl Floor Mills, Muammar Muhayat,kepada harian Seputar Indonesia(SI),kemarin. Terkait ketersediaan minyak goreng curah yang kerap langka jelang Ramadan, masih tersedia pasokan 2.800 ton dan diperkirakan bertahan hingga tiga bulan. Demikian halnya minyak goreng kemasan, yakni 430 ton dan bertahan hingga 2,5 bulan.

Bank Indonesia Siapkan Uang Kecil

Sementara itu, Bank Indonesia menyatakan kesiapannya terkait melonjaknya permintaan uang pecahan kecil jelang Ramadan dan Idul Fitri. Menurutnya, pihaknya menyediakan layanan keliling dan bekerja sama dengan pihak perbankan untuk melakukan penyaluran. ”Ini ditunjang dengan diluncurkannya uang Rp10.000 pecahan baru.Persediaannya sangat cukup dan siap didistribusikan,” ungkap Kepala Kantor Bank Indonesia Makassar Lambok Siahaan.

Dalam kesempatan itu,Syahrul juga menambahkan,terkait kondisi kelistrikan,Pemprov telah menerima jaminan dari GM PLN Sultanbatara Ahmad Siang. Dari laporan yang diterima, kondisi kelistrikan Sulsel aman dari pemadaman, terutama menghadapi Ramadan. ”Ada jaminan dari PLN tidak akan ada pemadaman.Jadi masyarakat bisa menjalankan ibadahnya dengan khusyuk,”pungkasnya.